Komitmen Pelayanan Publik Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur✨
Halo Sobat Sehat Beltim! 👋
Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur resmi menetapkan Standar Pelayanan Publik (Nomor: 000.8.3.2/1203/DINKES/2026) serta Motto dan Maklumat Pelayanan (Nomor: KS.00/204/DINKES/2024).
Penetapan ini merupakan wujud keterbukaan dan komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang transparan, akuntabel, serta efisien bagi seluruh masyarakat Belitung Timur.
Mari bersama-sama mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik dan transparan demi kenyamanan kita bersama! 🏥
Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur
#DinkesBeltim #BelitungTimur #PelayananPublik #TransparansiPelayanan #SatuHatiBangunNegeri
Gantung, DiskominfoSP Beltim – Status sebagai kabupaten yang belum terbebas dari tingginya angka permasalahan pada ibu bersalin menjadi latar belakang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) dalam melaksanakan Gerakan Ibu Hamil Sehat. Kegiatan ini diselenggarakan di Halaman Kantor Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung, pada Rabu (29/7/2026).
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim, Dianita Fitriani hal lain yang menjadi fokus perhatian pemkab dalam gerakan ini adalah lonjakan angka permasalahan gizi dan anemia pada ibu hamil yang meningkat dari tahun sebelumnya.
“Kasusnya naik dua kali lipat dari tahun lalu. Oleh karena itu, kita ingin mengampanyekan bagaimana menjaga dan mendukung ibu-ibu hamil agar tetap sehat. Tentu saja, ibu hamil ini membutuhkan support system atau dukungan,” jelas wanita yang akrab disapa Dian ini.
Untuk berita selengkapnya, kunjungi tautan pada Bio.
#BelitungTimur
#Beltim
#BeltimNyamandanBerkemajuan
Manggar, Belitung Timur-Dalam upaya mewujudkan sistem keamanan pangan yang terpadu dan berkelanjutan, Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung Timur membentuk “Tim Kooordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan Kabupaten Belitung Tahun 2026” dan melaksanakan kegiatan Verifikasi Instrumen Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses evaluasi terhadap kesiapan daerah dalam memenuhi indikator Program Kabupaten/Kota Pangan Aman yang digagas oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Verifikasi dilaksanakan dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, di antaranya dinas kesehatan, dinas ketahanan pangan, dinas pertanian, dinas perikanan, dinas perdagangan, dinas pendidikan, serta instansi lainnya yang memiliki peran dalam pengawasan keamanan pangan. Melalui kegiatan ini, tim verifikator melakukan penelaahan terhadap dokumen pendukung, kebijakan daerah, pelaksanaan program, hingga koordinasi lintas sektor dalam penyelenggaraan keamanan pangan.
Verifikasi instrumen penilaian menjadi tahapan penting untuk memastikan bahwa seluruh indikator Kabupaten/Kota Pangan Aman telah dilaksanakan secara nyata dan berkesinambungan. Hasil verifikasi nantinya akan menjadi dasar dalam menilai tingkat capaian daerah sekaligus memberikan rekomendasi perbaikan terhadap aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Pemkab Belitung Timur berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program Kabupaten/Kota Pangan Aman sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, serta mewujudkan daerah yang mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap keamanan pangan bagi seluruh warganya. Melalui komitmen bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, cita-cita mewujudkan Kabupaten/Kota Pangan Aman bukan hanya menjadi target penilaian, tetapi juga menjadi budaya yang diterapkan secara berkelanjutan demi terciptanya masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.
#belitungtimur
#dinkesbeltim
#verifikasiinstrumenpenilaiankkpa
#beltimnyamansehat
#makansehatjalansehatpikirsehat
Damar, Belitung Timur –menggelar Kampanye Gerakan Aksi Bergizi di Kecamatan Damar dengan mengusung tema "Makan Sehat, Jalan Sehat, Pikir Sehat" pada Jum’at,, 24 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SMP dan SMA, unsur pemerintah daerah, Forkopimcam, tenaga kesehatan, guru, kader kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam rangka menyukseskan program prioritas nasional percepatan penurunan angka stunting dan mewujudkan generasi emas yang unggul secara fisik dan mental.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda KabupTen Belitung Timur, Ibu Yeni Srihartati, S.IP., M.Sc., M.Eng. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, sekolah, orang tua hingga dunia usaha, untuk bersama-sama mendukung keberlanjutan Gerakan Aksi Bergizi sebagai investasi bagi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing.
Sebagai bentuk komitmen bersama, peserta mengikuti Deklarasi Janji Hidup Sehat Anak Sekolah yang dipimpin oleh Duta PKPR diikuti penandatanganan komitmen oleh undangan yang hadir. Deklarasi tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama yang dimulai dari diri sendiri melalui penerapan perilaku hidup sehat setiap hari.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyampaian materi "Investasi Kesehatan untuk Generasi Cerdas dan Berprestasi" oleh Camat Damar. Dalam sesi ini peserta diajak memahami bahwa kesehatan bukan hanya bebas dari penyakit, tetapi juga mencakup gizi seimbang, aktivitas fisik, kesehatan mental. Sesi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi dalam diskusi dan tanya jawab.
Melalui Gerakan Aksi Bergizi ini, diharapkan seluruh peserta dapat menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor yang terjalin diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan masalah gizi dan mewujudkan generasi Belitung Timur yang semakin sehat, cerdas, dan berprestasi.
#AksiBergizi
#DinasKesehatan
#BelitungTimur
#MakanJalanPikirSehat
Pemerintah Kabupaten Belitung Timur melalui Dinas Kesehatan gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kabupaten Belitung Timur di Ruang Rapat Bupati, Selasa (14/7). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya penanganan masalah kesehatan jiwa di masyarakat.
Workshop yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, kecamatan dan desa, fasilitas kesehatan, aparat keamanan, hingga tokoh masyarakat, menegaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan tanggung jawab bersama. Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan kolaborasi, kepedulian, dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Dalam kegiatan ini juga ditekankan bahwa proses pemulihan ODGJ tidak hanya berfokus pada pengobatan medis, tetapi juga memerlukan dukungan keluarga sebagai support system utama serta lingkungan sosial yang inklusif. Dengan menghapus stigma dan memberikan ruang bagi penyintas gangguan jiwa untuk kembali beraktivitas, diharapkan mereka dapat hidup lebih mandiri, produktif, dan berdaya di tengah masyarakat.
Langkah Strategis Belitung Timur Tekan Angka Kematian Ibu Melalui Perencanaan Penganggaran Terintegrasi MANGGAR (17 Juli 2026) -
Pemerintah Kabupaten Belitung Timur resmi menginisiasi langkah maju dalam upaya penanganan kesehatan ibu dan anak melalui implementasi program Perencanaan dan Penganggaran Terintegrasi Kesehatan Reproduksi (PPT-Kespro). Program strategis ini dipaparkan langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Belitung Timur di Manggar pada 15 Juli 2026 lalu. Program PPT-Kespro hadir sebagai respons terencana atas berbagai tantangan krusial dalam pembangunan sumber daya manusia di Belitung Timur. Kesehatan reproduksi dipandang sebagai salah satu faktor utama untuk melahirkan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.
Urusan kesehatan reproduksi tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja, melainkan memerlukan komitmen integrasi perencanaan dan penganggaran multi-pihak secara berkelanjutan. Tantangan Besar Kesehatan Reproduksi di Belitung Timur Berdasarkan hasil pemetaan masalah yang dipaparkan, terdapat tujuh tantangan utama yang dihadapi daerah dan memerlukan intervensi lintas sektor segera.
Bagian yang paling penting adalah Komitmen bersama bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan kesehatan reproduksi.